Rabu, 28 September 2011

cinta,, mulyakah??atau kehinaan yang ga jelas, childis, n dzalim??

Bismillah,, Cinta...

"Sambutlah ia dengan bekal yang membuat cinta menjadi nikmat yang harus di syukuri." QS. AliImron : 14

Ga perlu merahibkan diri untuk membunuh cinta dan hawa nafsu. dan ga perlu juga mengumbarnya menjadi sumber penyakit,malapetaka, dan bencana kemasyarakatan. Kemulyaan cinta : kendali terhadap yang dipenuhi rasionalitas, kemanfaatan, jiwa pelestarian,pembangunan dan kematangan. Lalu, bagaimana menyikapi cinta yang penuh gelora di tengah-tengah glamournya dunia?? Islam memberi 2 solusi cinta dan syahwat bagi mereka terutama para pemuda yang terkena "VMJ" ini yang katanya bilang berani.Solusi pertama yaitu
berpuasa (untuk melatih diri, menahan dan  memanage nafsu). karena nafsu itu sama-sama amanah skaligus fitrah yang harus dijaga (dengan berpuasa).
 dan yang kedua adalah
menikah :" sebuah ikatan yang membuat sebelumnya dosa menjadi pahala, sebuah ikatan yang mencerdaskan, mendewasakan, mematangkan, dan membuat hidup lebih bermakna. Kedewasaan dan kekanak-kanakan yang bersatu dalam cinta akan menjadi warna bagi seorang manusia selama hidupnya. warna yang bila di bingkai dalam keridhoan Allah, akan menjadi warna-warni surgawi." QS. Albaqoroh : 138 (tapi,dalam praktiknya syarat dan ketentuan,, tetap berlaku ^^)

pentingya kedua solusi tersebut untuk dijalankan adalah supaya tidak terjadi hal-hal negatif terkait kenakalan remaja yang dimulai dengan "ngobrol-ngobrol gaje" yang termasuk sampai ke zina.
betewe, mengenai zina,, bicara tentang keimanan yang digantungkan pada dzat MAHA TINGGI,, zina bukan hanya peristiwa gadis hamil, lalu dikawinkan dengan penghamilnya. But, zina juga meliputi :pacaran, yang dianggap orangtua  sebagai kemodern-an dan tanda bahwa anaknya "LAKU" (Astaghfirulloh),, mereka brkata " anak saya masih mengerti batas-batasnya." Lhah..... memang batas apa??? Demi Allah,,catatan zina tak hanya menggores apa yang ada di antara pusat dan lutut. dibagian tubuh manapun,, zina mendudukan diri sebagai potensi celaka yang harus DIWASPADAI.

"telah tertulis atas anak adam nasibnya dari zina. Akan bertemu dalam hidupnya,tidak bisa tidak. Maka,,
kedua mata zinanya adalah memandang
kedua telinga zinanya berupa menyimak dengar
lisan,zinanya berkata
tangan, zinanya menyentuh
kaki,zinanya berjalan
dan,,
zinanya hati adalah ingin dan angan-angan.
maka,, akan dibenarkan hal ini oleh kemaluan atau didustakannya.
HR.Muslim dr Abu Hurairah


"Wahai umat Muhammad,, demi Allah, saat hamba laki-laki berzina,dan saat hamba perempuan berzina, tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah. Demi Allah, wahai ummat Muhammad,, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan lebih banyak menangis daipada tertawa."
kemudian Rosululloh SAW mengangkat kedua tangannya dan berkata
"Ya Allah, bukankah aku sudah menyampaikan ?"
HR. Bukhari dari Muslim

wallohu'alam

Selasa, 27 September 2011


Hati, Mata dan Telinga

Bismillah,,
Allah SWT menciptakan manusia dengan pelbagai kewajiban yang menyertainya: mata dengan kemampuan melihat, telinga dengan kemampuan mendengar, dan hati dengan kemampuan mempersepsi (memahami). Di lain pihak ada manusia yang tidak bermata (matanya tidak berfungsi) tetapi dapat melihat, telinganya rusak tetapi tidak tuli alias peka terhadap ayat-ayat Allah.

Di hari kiamat kelak, penglihatan, pendengaran, serta pemahaman, semua itulah yang dimintai pertanggung jawaban. Adapun mata, telinga, dan hati fisikal hanya didudukan sebagai saksi.

Manusia yang paling buruk ialah yang tidak bisa memanfaatkan tiga unsur keajaiban manusiawi itu demi mengetahui kebenaran Allah dan ayat-ayat-Nya. Sehingga, Allah sampai mensejajarkan mereka dengan binatang ternak, bahkan lebih buruk lagi, dan tempat kembali mereka diakhirat kelak adalah neraka jahanam.

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka) jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai “. (QS.7:179 lihat QS.46:26 dan QS.17:36).

Tiga alat vital dalam agama dan kehidupan manusia ini seringkali tidak mendapat asahan dan asuhan yang memadai dalam rangka merengkuh suatu perubahan yang konstruktif dalam hidup, yaitu menambah ketajaman penglihatan, pendengaran ataupun pengelolaan hati (manajemen qalbu) dijalan Allah. Sebaliknya, kebanyakan manusia lebih memperturutkan dirinya pada hawa nafsu yang ditunggangi kebobdohan, dusta, dan prasangka yang tidak berdasar (QS.6:148; QS.27:84).

Marilah bersama-sama menjaga hati, mata dan telinga kita agar tidak tunduk dalam arahan hawa nafsu. Ketiganya haruslah diasah dan dikelola untuk mengetahui, mengerti, serta memahami ayat-ayat Allah, baik yang kauniyah (alam dan lingkungan sekitar) maupun yang kauliyah (Al-Qur’an dan As-Sunnah). Sehingga, kita selalu hidup sesuai kehendak-Nya dan semakin mulia kedudukan kita disisi-Nya. Tanpa mengupayakan hal itu, niscaya hidup kita akan gelap dan tidak terarah, dan lebih celakanya lagi, diakhirat kita kelak akan menghadap Allah dalam keadaan buta, tuli, dan bisu (meskipun didunia ini keadaan fisikal kita normal, tanpa cacat apapun), disebabkan dosa kita yang amat besar, yakni mengabaikan dan lalai akan ayat-ayat-Nya. (QS.17:97). wallohua'lam